"pembelajaran lewat televisi" Mengapa kurang sosialisasi??

Indonesia di tengah pandemi, membuat banyak trobosan-trobosan baru agar rakyat tidak sengsara, dan para generasi muda, penerus banga tetap
mendapatkan pendidikan dengan ilmu yang sesuai porsinya, meski mereka harus berdiam diri di rumah. Salah satu contoh programnya adalah "pembelajaran lewat televisi"
Apa sih program ini?? Pasti pada kepo yaa??
Program ini adalah program yang diciptakan oleh mentri pendidikan nadiem makarim, agar semua para generasi muda baik itu SD, SMP, bahkan sampai SMA tetap mendapatkan pembelajaran melewati televisi. Program ini ditujukan kepada semua generasi muda baik yang ada di kota, bahkan lebih-lebih yang ada di desa, karena generasi muda yang ada di desa masih belum terbiasa dengan kecanggihan gawai saat ini. Nadiem makarim menggandeng TVRI dalam program ini. Di program pembelajaran ini sudah di atur jadwalnya dari pagi hingga siang, dan materi yang diberikan dari PAUD hingga SMA bahkan sampai orang tuapun di berikan pembelajaran untuk mendidik anaknya ketika di rumah.
Tapi pertanyaannya yang timbul sekarang ialah mengapa hanya TVRI saja?? Lalu sosialisasi dari TV lain kemana?? Bukankah pemilik semua acara TV Itu adalah orang berpengaruh di dalam negara.
Program pembelajaran lewat televisi memang salah satu trobosan yang bagus, dan program ini menandakan bahwa indonesia juga bisa memanfaatkan teknologi, untuk tetap mencetak generasi muda yang terus berkarya meski di saat wabah corona. Tetapi realita yang ada di sekeliling, program itu hanya sekedar program biasa, tanpa tahu tindak lanjutnya. bahkan parahnya lagi, banyak orang yang tidak tahu akan progam ini karena kurangnya sosialisasi. Contohnya saja dipagi hari anak malah melihat cartoon yang di tayangkan karena ibunya sibuk memasak untum sarapan pagi, sedangkan beranjak siang anak main dengan senang hati dan ibunya melihat acara gosip dan FTV. Semua itu di karenakan kurangnya sosialisasi dari Tv nasional yang sering masyarakat lihat, sosialisasinya hanya lewat berita saja, iklan resmipun tidak ada. Sedangkan masyarakat lebih membaca berita ketika ada pasien corona meninggal dunia. Mengapa ini semua bisa terjadi?? Apakah acara adzab, dan iklan sampo lebih penting daripada sosialisasi untuk mencerdesakan putera-puteri bangsa ini yang krisis akan nilai dan budaya sendiri??
Jangan salahkan kami generasi penerus bangsa hanya bisa pandai bergosip lewat ketikan jari jemari di sosial media, tanpa ada ide yang kami tuangkan untuk bangsa dan negara.
Program yang sudah bagus ini janganlah kalah dengan acara gosip di pagi hari karena kurangnya sosialisasi. Tetapi buatlah sosialisasi meskipun itu hanya sekedar iklan berdurasi singkat, untuk membuat masyarakat terus melihat, dan selalu mengingat bahwa, anak kita bisa terus belajar di rumah lewat program "pembelajaran lewat televisi". Atau bahkan bisa menggandeng lebih banyak TV nasional untuk mensukseskan program ini agar membuat generasi muda negeri bisa terus mengasah pikiran meski di saat sulit terjadjnya pandemi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bravo your self

Ternyata corona bisa membuat mata dan hati buta secara tiba-tiba