Pemuda yang belum dewasa dan selalu terngiang masa-masa Madrasah Aliyah (MA)

ketika masih Madrasah Aliyah (MA) kebanyakan seperti kita tidak terlalu mementingkan nilai tetapi mengutamakan kebarokahan. Karena dulu selalu di ajarkan bagaimana mendapatkan kebarokahan meskipun dari sedikit ilmu.
Lalu bagaimana ketika kita sudah berada di bangku perkuliahan??
Saya rasa pemikiran kita sudah berubah drastis dan se akan nasehat itu hilang seketika Yang biasanya nasehat-nasehat itu ada setiap hari ketika di bangku perkuliahan yang kita dapatkan hanyalah materi dan materi setiap hari. 
Dulu yang menjadi Rem pakem kita adalah guru tetapi ketika di bangku perkuliahan rem pakem kita seakan semu. Sedangkan di perkuliahan hal yang bisa membatasi hanyalah diri kita sendiri dan teman kita yang peduli.
Ada apa sebenarnya?? Mengapa di bangku perkuliahan seakan-akan sisi religius itu bersifat semu ??
Kebarokahan dan ketakdiman seakan-akan tidak menjadi utama ketika kita berhadapan yang namanya dengan dosen.
Sedangkan derajat dosen dan guru itu sama Karena sama-sama mentransferkan ilmunya. Tapi kita terus mengentengkan karena mungkin kita sudah sama-sama dewasa. 
Tetapi di satu sisi kita tetap murid yang mengharapkan kebarokahan ilmu yang di dapatkan.
Kita boleh sama-sama mengkritik jika ada kebijakan  yang tidak sesuai dengan kehidupan mahasiswa. Tapi ingatlah jika jangan pernah membenci orangnya tapi bencinlah kebijakannya karena bisa saja orang yang kita benci memberikan kita kebarokahan di dalamnya.
Menurut saya lebih penting mencari kebarokahan dalam sedikit ilmu daripada mendapatkan nilai bagus tetapi barokahnya semu. Nilai bagus memang perlu tetapi barokah itu jauh lebih perlu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bravo your self

Ternyata corona bisa membuat mata dan hati buta secara tiba-tiba